Pages

Subscribe:

Rabu, 17 Agustus 2011

cerita si ucok


Ucok pulang dari sekolah sambil menangis. Bapaknya heran dan bertanya-tanya apa gerangan penyebabnya :

Bapak : “Kenapa kau Cok? Aku liat wajah kau kuzut kali…”
Ucok : “Aku diusir Bu Guru Pak…”
Bapak : “Hah! Kenapa?”
Ucok : “Bu Guru bertanya, siapa yang tanda tangan teks Proklamasi?”
Bapak : “Lantas kau jawab apa?”

Ucok : “Aku jawab: Bukan saya Bu, sumpah! Bukan saya, Bu!”
Bapak : “Ah, macam mana kau itu! Ngaku saja kau, apa salahnya. Sekarang masuk sekolah susah, nak..”
Ucok : “Iya, Pak.”

Esoknya si Ucok pulang cepat dengan tampang yang lebih kusut lagi..
Bapak : “Macam manaa Cok??”
Ucok : “Aku diskors Pak.. 3 hari. Gara-gara aku ikuti omongan Bapak.”
Bapak : “Hah! Yang benar kau. Hayoo… kita balik ke sekolah kau itu. Aku kasih tahu Bu guru kau yang seebenarnya.”
Di Sekolah
Bu Guru : “Wah, selamat pagi Pak Ucok. Ada perlu apa, nih?”
Bapak (bicara pelan) : “Begini Bu Guru… aku kasih tahu Bu Guru tentang teks proklamasi itu..”
Bu Guru (bengong) : “Yah.. kenapa Pak Ucok??”
Bapak : “Sebenarnya Bu Guru rada salah juga. Masak si Ucok yang ditanya? Kan waktu itu dia belum lahir Bu?”
Bu Guru (makin bengong) : “Trus?”
Bapak : “Begini lho Bu, ini terus terang lho Bu.. Yang sebenarnya, penanda tangan
teks Proklamasi itu aku, bu..”
Bu Guru : “Yaa ampun.. Pulang! Bapak pulang aja deh!!”

Di Jalan
Bapak : “Macam mana ini cok, kau ngaku salah! Aku ngaku salah pulak! Pusing kepala aku !”
Tiba tiba mereka ketemu pak RT,
Pak RT : “Wah, ada apa Pak Ucok sama anaknya. Kok kusut banget wajahnya. Ono opo to? Piye ceritane?”
Maka Pak Ucok pun mulai cerita sejak awal sampai mereka diusir Bu Guru
Pak RT langsung ketawa ngakak.
Pak RT : “Hahaha. Itu bukan masalah besar, Pak Ucok. Mana, mana teksnya, biar saya yang tandatangan?”

PETA JALUR PENDAKIAN GUNUNG SLAMET

PETA JALUR PENDAKIAN GUNUNG SLAMET

petagunungslamet
gunungslametGunung Slamet adalah gunung yang berada di kabupaten Purbalingga, Brebes dan Banjarnegara. Tepatnya di sebelah Barat kota Purbalingga dan sebelah Utara kota Purwokerto pada ketinggian Gunung ini mencapai 3432 m dpl dan termasuk gunung berapi tertinggi di Jawa dengan memiliki 4 buah kawah aktif yang terletak di puncaknya, sehingga dianjurkan untuk mendaki puncak sebelum pukul 10 pagi untuk menghindari adanya gas beracun. Dari puncak dapat terlihat gunung-gunung lainnya di jawa tengah seperti gunung Sumbing, Sindoro, merbabu, merapi bahkan kalau sedang cerah bisa melihat gunung Lawu.
Pada bulan-bulan tertentu cuaca di gunung ini sangat ekstrim dan seringkali terjadi badai pada puncaknya, suhu udara turun dengan drastis untuk mengantisipasinya jangan lupa membawa baju hangat, jas hujan dan kantung tidur agar tidak terkena hipotermia jika ingin mendaki gunung ini. Sebagian jalur pendakian amat curam dan pada musim hujan, jalur pendakian menjadi semakin berat karena jalur tersebut terisi oleh air.
Sebagian masyarakat jawa mempercayai bahwa gunung slamet adalah pusat dari pulau Jawa. Mereka juga menyebut gunung ini dengan nama gunung Lanang. Bahkan mereka juga percaya bahwa gunung ini adalah gunung yang angker, yang banyak didiami oleh mahluk halus. Terlepas dari mitos dan kepercayaan yang ada, gunung ini merupakan gunung yang indah, terutama di Pelawangan yaitu daerah sebelum puncak.
Ada beberapa pintu masuk untuk mendaki gunung ini yaitu melalui Bambangan, Batu Raden, Kaliwadas dan Randudongka. Tapi jalur resminya adalah melalui Bambangan, jalur-jalur lainnya sudah ditutup untuk keselamatan. Pemandangan yang di temui melalui pintu masuk Bambangan cukup beragam, dari pintu masuk perkebunan mendominasi rute perjalanan, lalu berganti dengan hutan hujan tropis, mendekati puncak berganti dengan semak semak, dan puncaknya berupa batu-batuan dan pasir. Jalur yang ditempuh cukup sulit dengan rata-rata kemiringan lebih dari 400.
Jalur Pendakian
Jalur Bambangan:
Bambangan merupakan sebuah desa yang terletak di lereng gunung slamet.
Dari desa ini menuju pos pertama melalui perkebunan sayur yang masih dapat ditempuh dengan motor sampai pos pesanggrahan perum perhutani Serang, setalah itu perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Biasanya pendaki memulai perjalanan pada sore untuk menghindari panasnya sengatan matahari ketika berjalan diperkebunan yang terbuka.

ST 12 – Cinta Tak Harus Memiliki

ST 12 – Cinta Tak Harus Memiliki


cinta memang tak selamanya bisa indah

cinta juga bisa berubah jadi sakit

begitu yang ku rasakan kini

perih hatiku tinggal kehancuran

tak pernah terbayangkan dan tak pernah terpikirkan

cintamu dan cintaku akan berpisah

namun harus ku relakan itu

untuk hidupmu agar lebih baik

reff:

maafkan aku setulus hatimu

kepergian diriku itu bukan keinginanku

terima saja dengan pilihan yang lain

dari orang tuamu

jangan bersedih dengan keadaan ini

jika kamu menangis aku juga ikut menangis

terima saja semua ini ku lakukan untukmu

sayang, semua ini ku lakukan

hanya demi kebaikan kamu

meski semua ini itu menyakitkanku

repeat reff

jangan bersedih dengan keadaan ini

jika kamu menangis aku juga ikut menangis

terima saja semua ini ku lakukan

terima saja semua ini ku lakukan untukmu


Lirik Lagu ST 12 – Cinta Tak Harus Memiliki ini dipersembahkan oleh istanalagu.comFree Download Mp3 Gratis Lagu Indonesia. Kunjungi Juga songsplace.com Song Lyrics, Untuk mendapatkan Lyrics lagu barat dan video clipnya.